
Judul: Pro Kontra Rohingya di Indonesia
Penulis: Anam Miftakhul Huda, Tsuroyya, Aditya Fahmi Nurwahid, Ade Firmannandya, Wahyu Mahesa Miarta, Zeti Azreen Ahmad
Tebal: 60 halaman
Harga: Rp 35 ribu (hub. 085648296445)
Terbitan: 2026
ISBN:
Sinopsis:
Isu Rohingya merupakan krisis kemanusiaan kompleks yang berakar pada diskriminasi struktural terhadap etnis Rohingya di Myanmar, yang tidak diakui sebagai warga negara sehingga mengalami berbagai keterbatasan hak dasar. Konflik yang memuncak, terutama sejak operasi militer tahun 2017, mendorong terjadinya gelombang pengungsian besar-besaran ke berbagai negara, termasuk Indonesia yang berperan sebagai wilayah transit. Dalam konteks ini, isu Rohingya tidak hanya dipahami sebagai persoalan migrasi, tetapi juga melibatkan dimensi kemanusiaan, politik identitas, serta dinamika opini publik di era digital .
Indonesia menunjukkan tradisi kemanusiaan yang relatif kuat dalam merespons pengungsi, terutama terlihat dari solidaritas masyarakat lokal seperti di Aceh yang kerap menjadi lokasi pendaratan. Meskipun bukan negara penandatangan Konvensi Pengungsi 1951, Indonesia tetap mengembangkan kebijakan pragmatis melalui regulasi nasional dan kerja sama dengan organisasi internasional. Namun demikian, penerimaan terhadap pengungsi tidak selalu berjalan harmonis, karena muncul kekhawatiran terkait dampak sosial, ekonomi, dan keamanan, sehingga memunculkan tarik-menarik antara nilai kemanusiaan dan kepentingan nasional