
Judul: Komunikasi Pemasaran Pariwisata Pedesaan
Penulis: Anam Miftakhul Huda, Gilang Gusti Aji
Halaman: 100
Cetakan: Pertama, 2026
ISBN: –
Harga: Rp 50 ribu (hub: 085648296445)
Buku ini lahir dari kegelisahan akademik sekaligus keprihatinan praktis terhadap masih terbatasnya pemahaman dan penerapan strategi komunikasi yang terencana dalam pengembangan desa wisata di Indonesia, padahal sektor ini memiliki potensi besar dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Desa wisata tidak sekadar berbicara tentang keindahan alam atau kekayaan budaya, melainkan juga tentang bagaimana potensi tersebut dikomunikasikan, dimaknai, dan dikelola secara partisipatif oleh masyarakat desa. Dalam konteks inilah komunikasi memegang peran strategis, tidak hanya sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan, penguatan identitas lokal, pembentukan citra destinasi, serta penghubung antara masyarakat, pemerintah, dan pasar wisata. Buku ini berupaya menempatkan komunikasi sebagai fondasi utama dalam pembangunan pariwisata pedesaan yang berbasis komunitas.
Secara sistematis, buku ini diawali dengan pembahasan konseptual mengenai desa wisata, karakteristik, potensi, serta tantangan pemasarannya. Selanjutnya, pembaca diajak memahami dasar-dasar komunikasi pemasaran, model komunikasi, serta strategi segmentasi, targeting, dan positioning yang relevan dengan sektor pariwisata. Pembahasan kemudian diperdalam melalui kajian branding dan identitas desa wisata, komunikasi digital, pemasaran berbasis komunitas, serta peran public relations dan kolaborasi multipihak. Pada bagian akhir, buku ini dilengkapi dengan studi kasus dan praktik terbaik dari berbagai desa wisata di Indonesia yang memberikan gambaran empiris tentang bagaimana teori dan strategi komunikasi diterapkan dalam konteks nyata.
Buku Komunikasi Pemasaran Pariwisata Pedesaan ini ditujukan tidak hanya bagi mahasiswa dan akademisi di bidang komunikasi, pariwisata, dan pembangunan, tetapi juga bagi praktisi pariwisata, pengelola desa wisata, aparatur desa, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan pariwisata pedesaan. Dengan pendekatan yang menggabungkan teori, kebijakan, dan praktik lapangan, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi yang aplikatif sekaligus reflektif.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa buku ini masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan demi penyempurnaan karya ini di masa mendatang. Semoga buku ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan desa wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat pedesaan.

No responses yet